Sandiwara Murid Tauladan

By Didik Maryono 05 Jan 2018, 17:54:49 WIBMotivasi

Sandiwara Murid Tauladan

Keterangan Gambar : Download from http://4.bp.blogspot.com/-jqhd1F6WHxM/UAZBFXAA5mI/AAAAAAAAAiU/osn83vzdNN4/s1600/berubah.jpg


Menurut Daryanto (1997:544), sekolah adalah bangunan atau lembaga untuk

belajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran.

Menurut Nata "Dalam Aly, 2008"
Kata murid diartikan sebagai orang yang menghendaki untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, ketrampilan, pengalaman dan kepribadian yang baik sebagai bekal hidupnya agar bahagia dunia dan akhirat dengan jalan belajar sungguh-sungguh.

Sedangkan, tauladan juga disebut uswah
Armai Arief mengutip pendapat dari seorang tokoh pendidikan islam lainnya yang bernama Abi Al-Husain Ahmad Ibnu Al-Faris Ibn Zakaria yang termaktub dalam karyanya yang berjudul Mu’jam Maqayis al-Lughah, beliau berpendapat bahwa “uswah” berarti “qudwah” yang artinya ikutan, mengikuti yang diikuti.

Lalu, apa yang dapat kita simpulkan tentang  Murid Tauladan, lalu apa hubungannya dengan Sekolah?

Kita coba lihat kids jaman now, sangat semangat sekali ketika berangkat sekolah, apalagi ketika liburan ingin cepat masuk sekolah. Tapi ketika masuk sekolah ingin cepat liburan. Sebenarnya apa yang kita cari sebagai murid?

Menanggapi pertanyaan itu, ingin sejenak membahas apa yang kita lakukan dalam sehari-hari ketika sekolah kecuali memumpuk Keteladanan yg ditumbuhkan oleh Guru kepada Murid.

Hal kecil apa toh sebenarnya yang kita cari, dan menjadi perbedaan antara orang yang sekolah dan tidak?

Kalau memang belum sadar akan hal itu, berarti inilah virus yang menyebar di Kids Jaman Now. Kenapa dikatakan virus? Coba kita tengok, fungsi sekolah, arti murid dan arti tauladan. Sebenarnya seberapa rajinkah murid ketika disekolah?
Segala sesuatu dilakukan untuk menjadi murid tauladan.
Tapi, apakah hanya untuk eksistensi di sekolah?

Apa murid taudan itu hanya berlaku di sekolah?
Jika Iya, apa fungsi sekolahan?

Coba kita lihat pada diri kita masing-masing, apakah keteladanan kita ini hanya sandiwara yang kita perankan di sekolah, atau memang benar-benar keteladanan yang tumbuh dalam diri kita?

Ketika disekolah, buang sampah di tempat sampah, ketika dirumah atau di luar sekolah bagaimana?

Ketika di sekolah memakai kursi, lalu dikembalikan pada tempatnya. Tapi ketika diluar sekolah bagaimana?

Dari dua contoh itu sebenarnya kita ini hanya sekedar bersandiwara? atau benar-benar memupuk tauladan dan menerapkan apa yang didapat disekolah?

Ketika hanya sandiwara, lalu apa tujuan sekolah?
Mari renungkan kembali.

Ditulis oleh : Didik M.



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Bagaimanakah Informasi yang disediakan website Lintaspena ini ?
  Tidak Lengkap
  Kurang Lengkap
  Lengkap
  Sangat Lengkap

Komentar Terakhir

  • Tommy Utama

    Para pengunjuk rasa membawa bendera-bendera Palestina dan foro-foto pemimpin tertinggi ...

    View Article
  • Robby Prihandaya

    Anda penyuka Transformer? Tentu hal yang paling menarik saat menonton film Transformer salah ...

    View Article
  • Edo Ikfianda

    Setelah membentuk Timnas, PSSI versi KLB pimpinan La Nyalla Mahmud Matalitti menunjuk Alfred Riedl ...

    View Article
  • Robby Prihandaya

    Israel negara yahudi yang sangat perlu untuk dihancurkan / musnahkan dan bantai seluruh warga ...

    View Article